selamat datang

SELAMAT DATANG

Minggu, 13 Oktober 2013




TUGAS  I
1.    Pengertian informasi bagaimana Pengertian informasi sehingga dapat berinteraksi dengan sistem.
Informasi berasal dari kata Perancis kuno, informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa latin, informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.  Jadi Informasi adalah Sekumpulan data atau fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerim. Sedangkan Sistem itu sendiri adalah sistem dapat didefinisikan sebagai  seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama.  Kumpulan elemen  terdiri dari manusia, mesin, prosedur, dokumen, data atau elemen lain yang terorganisir dari elemen-elemen tersebut. Elemen sistem disamping berhubungan satu sama lain, juga berhubungan dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi jadi dapat disimpulkan bawa Sistem informasi adalah sebagai suatu alat untuk menyajikan informasi dengan cara sedemikian rupa sehingga dpat bermanfaat bagi penggunanya.
Contoh: dalam ilmu psikologi terdapat sebuah pengukuran intelegensi maka dibutuhkan sistem informasi kerja komputer untuk membantu mengumpulkan. Karena dengan menggunakan sistem kerja komputer lebih terasa mudah, menghitung lebih mudah, dan apalagi untuk membuat gambar hasil dalam bentuk diagram atau grafik.

2.    Pengertian sistem informasi psikologi
Dijaman yang serbah canggih ini, untuk mendapatkan sebuah informasi dengan cepat dan mudah dapat dilakukan dengan perangkat utama yaitu adalah komputer dengan komputer kita dapat melakukan beranekaragam cara, mulai komputer sebagai alat bantu menulis, menggambar, foto, edit foto, memutar video, memutar lagu dan untuk mencari informasi-informasi yang akurat dengan mudah. Disini saya akan menjelaskan tentang informasi psikologi.    Sistem informasi psikologi adalah suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi.                                                                                       
Menurut Alter Sistem informasi adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. Sedangkan menurut Bodnar dan Hopwood Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
               Dari tiga tokoh diatas dapat dianalisa dari bahwa sistem informasi psikologi adalah cara untuk mendapatkan data-data, berita, taua pengetahuan, yang  khususnya dalam bidang ilmu psikologi. Maka datanya sudah diterima dikelolah, lalu setelah mendapatkan data-data yang pasti  bisa dijadikan pedoman  informasi kepada orang lain.                                                           
Contoh : Di dalam bidang psikologi  terdapat yaitu sistem konseling. Dizaman yang serbah canggih ini konseling bisa dilakukan dengan mudah tanpa harus datang langsung ketempat jasa untuk berkonsultasi. Dengan perubahan zaman konseling dapat dilakukan dengan komputer yang dibantu dengan jaringan internet. Sudah banyak sekali jasa konseling online yang ada di jejaring sosial. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh penggunaan sistem informasi dalam psikologi saat ini. Dimana, ilmu psikologi juga berkembang berkat adanya perkembangan yang sangat pesat dari ilmu komputer itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
http://narendro.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.4.0
Wikipedia, http://www.id.wikipedia.org/wiki/Informasi , tanggal akses 26 September 2012
Pengertian Sistem-Definisi Sistem, http://www.kisaranku.blogspot.com/2010/10/pengertian-sistem-lengkap.html tanggal akses 29 Sep. 12
Sistem Informasi Psikologi (2011), http://www.pririn.wordpress.com/2011/05/14/sistem-informasi-psikologi/ (2011) ,tanggal akses 29 Sep. 12
Pengertian Sistem, (2010), http://www.liavietri.blogspot.com/2010/02/pengertian-sistem.html, tanggal akses 30 Sep. 12






TUGAS II
1.    Pengertian arsitektur komputer?
Sebuah alat yang memiliki teknologi moderen mempunyai perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu komputer. Contoh: CPU, RAM, Memori, Procesor.
2.    Struktur kognisi manusia?
Struktur kognisi manusia adalah bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia. Mempunyai struktur yang sangat kompleks.
3.    Kaitan struktur manusia dengan arsitektur komputer?
Jadi dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah suatu unsur yang saling berhubungan antara satu sama yang lain yang saling melengkapi antara fungsi-fungsi. Contoh: skema organ bagian -bagian tubuh manusia yg menjadikan suatu sistem yang kompleks. Sedangkan untuk struktur kognisi arsitektur komputer adalah suatu unsur yang saling melengkapi tetapi tidak sekompleks struktur kognisi dari manusia, karena struktur kognisi arsitektur terdiri hanya dari perangkat keras yang didesain seperti Contoh: CPU, RAM, Memori, Procesor.
4.    Kelebihan dan kelemahan arsitektur komputer dibandingkan struktur kognisi manusia?
Kelebihan arsitektur komputer:
·         Mempercepat pekerjaan manusia
·         Dapat digunakan banyak orang
·         Memiliki processor dan RAM

Kelemahan arsitektur komputer :
·         Dalam segi vinansial, membutuhkan dana yang cukup besar.
·         Memerlukan daya listrik
·          Apabila terkena virus, data dapat terhapus dengan sendirinya
·         Butuh perawatan
·         Membutuhkan tempat untuk membawa komputer.
DAFTAR PUSTAKA:

Minggu, 17 Maret 2013

psikoterapi I


1.  Jelaskan pengertian psikoterapi:
 Psikoterapi adalah proses difokuskan untuk membantu Anda menyembuhkan dan konstruktif belajar lebih banyak bagaimana cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam kehidupan Anda. Hal ini juga dapat menjadi proses yang mendukung ketika akan melalui periode yang sulit atau stres meningkat, seperti memulai karier baru atau akan mengalami perceraian.

2.  Sebutkan dan jelaskan tujuan dari psikoterapi:
  Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikoanalisi menurut Corey dapat di artikan sebagai
  membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam
  membangkitkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui
  konflik - konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.

3.  Sebutkan dan jelaskan unsur dari psikoterapi:
a.  Peran sosial
Peranan sosial sangat dibutuhkan terutama agar bisa di dapat tentang klien.
b.   Hubungan psikoterapeutik
Terapis mendengarkan dengan penuh perhatian klien. Kemudian terapis menyampaikan pemahamannya terhadap klien atau bertindak untuk menghilangkan penderitaan klien pada saat yang tepat.

c.   Psikoterapi sebagai kesempatan untuk belajar kembali
Menurut Korchin kepercayaan terhadap tindakan terapis sangat dibutuhkan agar menghasilkan kondisi-kondisi untuk belajar kembali. Klien memberi kepercayaan bersama dengan ketidakpuasan dan keinginan untuk berubah.

d.   Motivasi, kepercayaan dan harapan
Kepercayaan merupakan hal yang penting di dalam psikoterapi. Klien mengetahui bahwa dirinya dapat mempercayai otoritas terapis. Dan dirinya akan diperlakukan dengan penuh hormat, oleh karena itu klien dapat mengungkapkan pikirannya secara terbuka tanpa adanya penolakan. Sedangkan harapan dan ketakutan dapat sesekali menyelimuti klien ketika hendak melakukan psikoterapi.

e.Hak
Setiap klien mempunyai hak-haknya masing-masing. Ketika hak-hak klien sudah terpenuhi maka terapisnya bisa berjalan lancar.

4. Sebutkan dan jelaskan perbedaan psikoterapi dengan konseling:
Menurut Tolbert konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. Sedangkan pendapat  Wolberg mengemukakan pendapatnya mengenai perbedaan antara konseling dan psikoterapi. Konseling bertujuan untuk memberikan support dan mendidik kembali (supportive dan reeducation), sedangkan pada psikoterapi berhubungan dengan tujuan merekonstruksi kepribadian seseorang (reconstructive).

5.Jelaskan menegenai pendekatan psikoterapi terhadap mental illness:
a. Terapi Psikoanalitik
Dengan menggunakan teknik asosiasi bebas selama sesi psikoterapi, Freud dapatmemulihkankenangan lama terlupakan ditawan dalam pasien dan Freud percaya bahwa banyak dari kenangan ini adalah akibat dari gejala psikiatri yang dialami oleh pasien.      Pendekatan Freud psikoterapi menunjukkan bahwa seorang pasien dapat ditolong jika terapis mendengarkan dan ikut terlibat dalam apa yang dikatakan pasien. Ini benar-benar berlawanan dengan seorang terapis yang mendengarkan pasien dan menghabiskan sesi mencatat. Bahkan, Freud aktif dalam semua sesi yang ia telah dengan pasien dan percaya pada yang terlibat.
b.  Terapi Eksistensial Humanistik
May, Maslow, Frankl, Jourard adalah figur utama dari terapi ini. ‘Kekuatan ketiga ‘ dalam psikologi ini dikembangkan sebagai reaksi melawan psikoanalisis dan behaviorisme yang dianggap tidak berlaku adil dalam mempelajari manusia.
c.  Terapi Client-Centered
 Carl Rogers adalah pendirinya. Terapis jenis ini sama halnya dengan terapis eksistensial humanistik yakni sebagai reaksi melawan pendekatan psikoanalitik. Berlandaskan pada pandangan subjektif atas pengalaman manusia, terapi clien-entered menaruh kepercayaan dan tanggung jawab yang lain besar kepada klien dalam menangani berbagai permasalahan.
d.  Terapi Gestalt
 Fritz Perls adalah pendirinya. Sebagian besar merupakan terapi eksperimental yang menekankan kesadaran dan intergarsi, yang muncul sebagai reaksi melawan terapi analitik, serta mengintegarsikan fungsi jiwa dan badan.
e.  Terapi Tarnsaksional
          Pendiri: Eric Berne. Suatu model terapi kontemporer yang cenderung kearah aspek-aspek kognitif
dan behavioral, dirancang untuk membantu orang-orang dalam mengevaluasi putusan-putusan yang telah dibuatnya menurut kelayakan sekarang.
f.  Terapi Tingkah Laku
            Tokoh-tokoh utama: Wolpe, Eysenck, Lazarus, Salter. Suatu model terapi yang merupakan penerapan prinsip-prinsip belajar pada penyelesaian gangguan-gangguan tingkah laku yang spesifik. Hasil-hasilnya merupakan bahan bagi eksperimentasi lebih lanjut. Terapi tingkah laku secara berkesinambungan berada dalam proses penyempurnaan.
g.  Terapi Rasional-Emotif
 Pendiri: Albert Ellis. Suatu model terapi yang sangat menekankan peranan pemikiran dan sistem –sistem kepercayaan sebagai akar masalah-masalah pribadi.

6. Sebutkan dan jelaskan bentuk utama terapi:
A. Gestalt therapy
Psikolog Gestalt keberatan untuk mempelajari unsur-unsur tertentu dalam persepsi dan pembelajaran, dengan alasan bahwa kita tidak mengalami dunia dalam fragmen yang terisolasi tetapi dalam konfigurasi bermakna. Studi psikolog Gestalt 'persepsi dan pemecahan masalah menunjukkan bahwa kita cenderung untuk melihat pola, bukan rangsangan terisolasi, dan bahwa orang-orang dan hewan dapat memecahkan masalah dalam kilatan wawasan di mana kita tiba-tiba "melihat" solusi bukan oleh Leaming esensial-and-error yang membosankan.
Para psikolog Gestalt Kurt Koffka, Wolfgang Kohler, dan Max Wertheimer mengembangkan sistem mereka sebagai teori medan di mana struktur yang diciptakan oleh kimia otak memaksakan agar pada apa yang kita rasakan, sementara pada saat yang sama pola apa yang dirasakan secara bertahap dapat membentuk tata letak otak manusia.
B. Client-centered therapy
Pendapat Carl Rogers “Clien-Centered Therapy” pada tahun 1940 adalah peristiwa penting dalam meluncurkan terapi humanistik sebagai kekuatan yang signifikan dalam psikoterapi Amerika. Asumsi utama Rogers adalah bahwa klien mengarahkan pertumbuhan pribadi mereka sendiri, dibantu oleh sumber daya batin mereka sendiri. Proses terapis ini membantu  bersama dengan menyiapkan iklim yang paling fasilitatif, hubungan interpersonal yang hangat yang ditandai dengan keaslian terapis, hal positif tanpa syarat, dan empati
C. Family therapy
Terapi keluarga dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas dari teoritis ilmu psikologi mengenai intervensi keluarga, intervensi keluarga psikologi dapat melibatkan, menilai, dan memperhatikan beberapa sistem dan tingkat pengaruh sosial, termasuk rekan, sekolah , pekerjaan, komunitas, dan lingkungan domain. Susunan yang luas dari intervensi yang mungkin menarik kuat, tapi tidak seluruhnya, dari terapi keluarga dan studi tentang sistem keluarga.

D. Terapi kelompok
Bagi klinik atau rumah sakit dengan banyak klien, psikoanalisis tradisional tidak dapat dijalankan sebagai bentuk standar dari pelayanan. Satu solusi pada masalah logistic ini adalah dengan memberikan terapi bagi sejumlah besar orang untuk mengobati beberapa dari mereka sekaligus. Terapi kelompok telah dijelaskan sebagai produk dari teknik marketing modern, sebuah metode yang membuat psikoterapi tersedia untuk konsumen kecil dengan harga yang dia mampu.

Terapi kelompok diamati bahwa tekniknya tidak hanya hemat namun juga efektif dibandingkan terapi tradisional. Beberapa keuntungan dari terapi kelompok telah dikutip sebagai berasal dari rasa memiliki dan diterima oleh kelompok sebaya.

1.Psikoterapi Analitik Kelompok (Group Analytic Psychotherapy)
Teknik dari Psikoterapi analitik kelompok terdiri dari adanya pertemuan regular dari kelompok tertentu dibawah panduan dari psikoterapis yang sama.
2.  Terapi Behavior dalam Kelompok
Beberapa dari target treatment yang berhubungan dengan terapi behavior telah menggunakan terapi kelompok untuk alasan kenyamanan dan alasan teoritik, khususnya pada konsep teori belajar sosial seperti modeling dan observational learning
3.  Terapi Kelompok Humanistik
Terapi kelompok humanistik, termasuk eksistensial, Gestalt, dan client-centered group therapies, terarah pada membantu klien membuat perubahan perilaku dan sikap yang positif. Penekanannya pada kehendak yang bebas, kemampuan partisipan untuk menumbuhkan dan menghasilkan pilihan, dan self-awareness.



DAFTAR PUSTAKA

1. Meleod. John 2010. pengantar konseling teori dan studi kasus

2. Rita L. Atkinson, dkk. Pengantar Psikologi, Terjemahan: Widjayakusuma “Introduction to Psychology” . Batam: Interaksara.

3.Widyatamma. KAMUS PSIKOLOGI, Jakarta : Widyatamma


Kamis, 14 Juni 2012

The Best Inspirational ^_^

Kusus buat hari ini benar - benar menyentuh hati saya ketika di kampus, Kuhsus buat Pelajaran Kesehatan Mental ada acara nonton bareng. Buak sembarangan nonton hal - hal yang ga penting. Tapi nontonan ini sangat dan amat menyentuh hati setiap yang menonton. 
Di sini saya akan menceritakan kesan dan pesan tentang apa yang saya liat tadi.

Kesan saya setelah melihat tayangan tersebut sangat menyentuh hati saya.banyak pelajaran yang harus saya petik. Dan saya lebih sangat - sangat berterima kasih dan bersukur kepada allah atas karunia yang telah dia berikan kepada saya.Saya sadar saya sering banyk mengeluh dan banyak tidak sukuran atas yang engkau berikan kepada hamba mu ini. ya Allah ampunilah dosa hamba mu ini.

Ingat lah bahwa apa yang ada di dunia ini hanya sementara. Walau hanya sementara di dunia saya harus berbuat baik karna ketika saya meninggalkan dunia ini, Akan adanya kehidupan yang kekal yaitu alam akhirat. Dimana setiap umat manusia akan di tempatkan di tempat yang sekiranya sesuai dengan amal perbuatan. Mungkin dengan acara tadi saya sangat - sangat lebih bersukur atas apa yang allah kasih.

Buat orang tua saya saya sangat sayang sama mereka. Saya tidak bisa membayangkan bila saya harus hidup tanpa mereka. Apakah tanpa orang tua saya bisa hidup enak seperti sekarang? bisa makan n minum yang enak, bisa membeli pakian yang bagus, punya tempat tinggal yang layak, bisa kuliah dan lain - lain. Buat mamah dan ayah makasih atas kasih sayang yang kau beri kepada anak mu ini. maafkan anak mu ini yang sudah menyakiti hati mu dan mengecewakan mu.. mulai sekarang dan seterusnya saya kan menjadi anak yang berbakti dan menjadi baik mungkin akan menjadi  Lebih.... Lebih... Baik... Baik dari sebelunya.

Oh ia  di dalam video yang saya liat tadi ada sebuah kata - kata yang kiranya menjadi kata - kata yang buat saya merinding


"  Sebelum  Ada Mengeluh Tentang Kehidupan

 

 Pikirkan ketika anda meninggal dunia"

  

Dari sekian banyak video yang di putar saya akan kasih liat video - videonya :










Semoga bisa bermanfaat y..... :D





Kamis, 26 April 2012

FROMM TENTANG KESEHATAN MENTAL

A. Pengertian Dasar Teori Fromm
Dimana sehat sendiri merupakan kondisi dimana fisik (jasmani), mental (rohani) baik itu pikiran, emosi, dll, dan sosial dalam kondisi yang normal (seperti orang pada umumnya), stabil, serta dapat mengikuti kebiasaan-kebiasaan dan norma-norma yang ada di masyarakat. Kali ini Saya akan membahas kepribadian yang sehat menurut Fromm dan menjelaskan konsepnya mengenai kesehatan mental. Menurut Erich Fromm, manusia adalah makhluk sosial. Berdasar pada pendapat tersebut, maka salah satu ciri pribadi yang sehat berarti adanya kemampuan untuk hidup dalam masyarakat sosial. Masyarakat sangat penting peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian seseorang merupakan hasil dari proses sosial di dalam masyarakat. Masyarakat yang menjadikan seseorang berkepribadian sehat adalah masyarakat yang hubungan sosialnya sangat manusiawi. Menurut Fromm, ada lima watak sosial di dalam masyarakat: 1) Penerimaan (receptive) 2) Penimbunan (hoarding) 3) Penjualan/pemasaran (marketing) 4) Penghisapan/pemerasan (exploitative) 5) Produktif (productive) Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Maret 1990. Ia belajar psikologi di University Heidelberg, Frankfurt, dan Munich. Setelah memperoleh gelar Ph.D dari Heidelberg tahun 1922, ia belajar psikoanalisis di Munich dan pada Institut psikoanalisis Berlin yang terkenla waktu itu. Tahun 1933 ia pindah ke Amerika Serikat dan mesngajar di Institut psikoanalisis Chicago dan melakukan praktik privat di New York City. Ia pernah mengajar pada sejumlah universitas dan institut di negara ini dan di Meksiko. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980. Fromm sangat dipengaruhi oleh tulisan Karl Marx, terutama oleh karyanya yang pertama, The Economic and Philosophical Manuscripts yang ditulis pada tahun 1944. Fromm membandingkan ide-ide Freud dan Marx, menyelidiki kontradiksi-kontradiksinya dan melakukan percobaan yang sintesis. Fromm memandang Marx sebagai pemikir yang lebih ulung daripada Freud dan menggunakan psokoanalisa, terutama untuk mengisi celah-celah pemikiran Marx. Pada tahun 1959, Fromm menulis analisis yang sangat kritis bahkan polemis tentang kepribadian Freud dan pengaruhnya, sebaliknya berbeda sekali dengan kata-kata pujian yang diberikan kepada Marx pada tahun 1961. Meskipun Fromm deapat disebut sebagai seorang teoritikus kepribadian Marxian, ia sendiri lebih suka disebut humanis dialetik. Tulisan-tulisan Fromm dipengaruhi oleh pengetahuannya yang luas tentang sejarah, sosiologi, kesusastraan, dan filsafat Karena pada dasarnya manusia terpisah dari alam dan dari sesamanya maka cara mempersatukan adalah melalui belajar bagaimana mencitai atau bagaimana meemukan keamanan dengan menyelaraskan keinginannya dengan masyarakat yang otoriter , karna manusia adalah mahluk yang memiliki kesadran pikiran akal sehat daya akal, kesanggupan untuk mencintai , perhatian tanggung jawab integritas bisa di lukai mengalami kesedihan sehingga apbila dalam kaitanya manusia kurang dalam menanggapi hal yang di sebutkan tersebut maka manusia tersebut bisa di katakan tidak sehat secara mental menurut Eric fromm. Kebutuhan dasar manusia menurut eric fromm Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini adalah secara spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain Kebutuhan akan trandensi mengungguli alam menjadi mahluk yang kreatif Kebutuhan akan kemantapan ingin meiliki rasa bersahaja pada dunia dan orang lain supaya dapat beradaptasi di dunia. Kebutuhan akan idenditas brusaha untuk memiliki rasa idenditas personal dan keunikan guna menciptakan rasa yang terlepas dari dunia Kebutuhan akan kerangka orientasi untukmencptakan rasa yang terlepas dari dunia.  

B. Keperibadian Yang sehat Menurut Fromm Ada 4 segi tambahan dari kepribadian sehat yaitu cinta, pikiran, kebahagiaan, dan suara hati yang produktif. Fromm menyebut kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, renspons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa didunia dan terhadap diri. Menjadi produktif berarti orang menggunakan semua tenaga dan potensinya. Kata “produktif” mungkin menyesatkan karena kita cenderung memikirkan kata itu dalam pengertian manghasilkan sesuatu seperti barang-barang material, karya-karya seni atau ide-ide. Fromm mengartikan kata itu jauh lebih luas daripada ini. Mungkin berguna kalau memikirkan produktivitas itu sinonim dengan berfungsi sepenuhnya, mengaktualisasikan diri, mencintai, keterbukaan, dan mengalami. Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka, dengan memenuhi semua kapasitas mereka.

 C. Ciri - Ciri Kepribadian Sehat 1. Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini adalah secara spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain . 2. Kebutuhan akan trandensi mengungguli alam menjadi mahluk yang kreatif Kebutuhan akan kemantapan ingin meiliki rasa bersahaja pada dunia dan orang lain supaya dapat beradaptasi di dunia . 3. Kebutuhan akan idenditas brusaha untuk memiliki rasa idenditas personal dan keunikan guna menciptakan rasa yang terlepas dari dunia. 4. Kebutuhan akan kerangka orientasi untukmencptakan rasa yang terlepas dari dunia. Hal kebutuhan tersebut adalah sifat alamiah dari manusia menurut fromm dan ini berubah saat evolusi namun manivestasi dari kebutuhan ini adalah akan memunculkan potensi-potensi batiniah di tentukan oleh aturan-aturan sosial di mana ia hidup dan kepribadian seseorang berkembang menurut kesempatan-kesempatan yang di berikan kepadanya oleh masyarakat tertentu . Sehingga kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai .


 SUMBER : Hall, Calvin dan dkk. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis).Yogyakarta: Kanisius Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan : Model-model Kepribadian Sehat.

Selasa, 10 April 2012

AUTIS

Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesi. (Baron-Cohen, 1993). Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang:
  • interaksi sosial,
  • komunikasi (bahasa dan bicara),
  • perilaku sosial,
  • pola bermain,
  • gangguan sensorik dan motorik 
  • perkembangan terlambat atau tidak normal.
Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil; biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.
Autisme dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder R-IV merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (Pervasive Development Disorder) di luar ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ADD (Attention Deficit Disorder). Gangguan perkembangan perpasiv (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (umbrella term) PDD, yaitu:
  1. Autistic Disorder (Autism) Muncul sebelum usia 3 tahun dan ditunjukkan adanya hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginatif serta adanya perilaku stereotip pada minat dan aktivitas.
  2. Asperger’s Syndrome Hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan aktivitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.
  3. Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified (PDD-NOS) Merujuk pada istilah atypical autism, diagnosa PDD-NOS berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau Rett Syndrome).
  4. Rett’s Syndrome Lebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi kemunduran/kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-ulang pada rentang usia 1 – 4 tahun.
  5. Childhood Disintegrative Disorder (CDD) Menunjukkan perkembangan yang normal selama 2 tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.
Diagnosa Pervasive Develompmental Disorder Not Otherwise Specified (PDD – NOS) umumnya digunakan atau dipakai di Amerika Serikat untuk menjelaskan adanya beberapa karakteristik autisme pada seseorang (Howlin, 1998: 79). National Information Center for Children and Youth with Disabilities(NICHCY) di Amerika Serikat menyatakan bahwa Autisme dan PDD – NOS adalah gangguan perkembangan yang cenderung memiliki karakteristik serupa dan gejalanya muncul sebelum usia 3 tahun. Keduanya merupakan gangguan yang bersifat neurologis  yang memengaruhi kemampuan berkomunikasi, pemahaman bahasa, bermain dan kemampuan berhubungan dengan orang lain. Ketidakmampuan beradaptasi pada perubahan dan adanya respon-respon yang tidak wajar terhadap pengalaman sensoris seringkali juga dihubungkan pada gejala autisme.

Senin, 02 April 2012

DEJA VU

Taukah anda dengan Deja vu??????


Deja vu itu berasal dari bahasa prancis Deja vu pertama kali di temukan dan diungkapkan oleh seorang ilmuwan Perancis yang bernama Emile Boirac yang telah mempelajarinya pada tahun (1851-1917)Dan dibukukan yang berjudul “L’Avenir des sciences Psychiques” . Deja vu yang artinya "pernah lihat" maksudnya, mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah di alami sebelumny. Di yunani fenomena ini di sebut dengan paramnesia yang merupakan gabungan kata. yang Para artinya adalah "sejajar" sedangkan Mnimi artinya "ingatan".
Jadi Deja vu bisa dapat di artikan sebagai sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya.


Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?

Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif

Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.

Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.




DEJA VU MEMILIKI BEBERAPA VARIASI:
1. Deja vecu yang artinya pernah mengalami.
2. Deja senti yang artinya memikirkannya.
3. Deja visite yang artinya mengunjunginya.

ADA JUGA TIPE DEJAVU vu:
1. Deja vu yang berkaitan dengan kehidupan pribadi (life deja vu)
2. Deja vu yang berkaitan dengan perasaan (sense/feeling deja vu)
3. Deja vu yang berkaitan dengan tempat (place deja vu)
4. Kombinasi dari ketiga gejala deja vu tersebut, di mana seseorang merasa pernah hidup sebagai orang lain di satu tempat dan waktu yang sama, bahkan merasakan perasaan yang sama pula.
Dari beberapa variasi dan tipe deja vu diatas, maka dapat ditarik hubungan bahwa:
• Deja vecu merupakan deja vu yang berkaitan dengan kehidupan pribadi (life deja vu)
• Deja senti merupakan deja vu yang berkaitan dengan perasaan (sense/feeling dejavu)
• Deja visite merupakan deja vu yang berkaitan dengan tempat (place deja vu)
Terkadang deja vu juga diuraikan seperti perasaan yang telah melihat atau mengalami sesuatu sebelum ketika orang yang mengalami hal tersebut mengetahui kapan dia pernah melakukannya. Namun deja vu disalahgunakan sebagi suatu pengalaman precognitive, perasaan pernah mengalami sesuatu dan mengetahui persisnya apa yang akan terjadi berikutnya, dan itu terjadi.
Suatu hal yang penting dari deja vu adalah mengalami sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sedangkan suatu hal yang penting dari precognitive adalah menunjukkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan, namun bukan suatu hal yang pernah dilakukan atau dilihat di masa depan.
Deja vu dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu:
1. Associative Deja Vu
Tipe deja vu yang paling umum dialami oleh orang-orang sehat normal adalah associative secara alami di dunia ini. Manusia melihat, mendengar, membaui atau mengalami suatu kejadian yang berkaitan dengan suatu perasaan bahwa manusia tersebut berhubungan dengan sesuatu yang telah dilihat, didengar, dibaui, atau dialami oleh manusia tersebut. Ilmuwan terdahulu berpikir bahwa deja vu jenis ini adalah suatu pengalaman "ingatan dasar" dan berasumsi bahwa pusat memori otak yang bertanggung jawab untuk itu.
2. Biological Deja vu
Ada juga kejadian déjà vu antar orang-orang dengan epilepsi cuping sementara. Tepat sebelum epilepsi, penderita sering mengalami atau merasa deja vu. Dengan adanya pengklasifiasian di atas dapat teridenfikasi bahwa isyarat otak dimana deja vu jenis ini dimulai. Namun, dengan alasan ini pula deja vu jenis ini berbeda gengan tipikal déjà vu sendiri. Orang yang mengalami deja vu jenis ini mungkin akan mempercayai bahwa mereka telah mengalami peristiwa atau keadaan yang sama sebelumnya, disbanding dengan perasaan yang cepat berlalu.

Pengertian Deja vu dari sudut pandang psikologi adalah ilusi seperti sudah kenal/ sudah akrab dengan suatu tempat yang sama sekali asing. Timbulnya peristiwa ini diyakini orang sebagai akibat adanya syarat yang sudah dikenali, namun ada dalam sub-ambang kesadaran. Sebagai contoh, ketika berjalan-jalan ditengah kota, beberapa ciri tampak seperti sama dengan penghayatan yang pernah dialami di tempat lain.

Intinya deja vu merupakan suatu fenomena aktivitas otak manusia yang berkaitan dengan memori yang lazim disebut "pemanggilan ulang" Penjelasan ini memperkuat fakta bahwa "penataan ulang memori" pada saat tertentu mempengaruhi keadaan alam sadar manusia ,Bannister dan Zangwill (1941) mencoba menganalisis deja vu dengan menggunakan hypnosis pada 10 subjek penelitian. Ternyata 3 dari 10 di antaranya mengalami deja vu. Cleary (2008) mengajukan hipotesis bahwa déjà vu merupakan bentuk dari sesuatu yang telah familiar diketahui yang disebut cripyamnesia adalah susuatu yang telah dipelajari namun tidak disimpan baik di otak, namun pada suatu waktu memori dalam "membukanya" .

Yang jelas hampir 70% manusia pernah mengalami deja vu walau tanpa mereka sadari, dan deja vu bukan merupakan suatu penyakit psikologis maupun penyakit gangguan pada Otak,tatepi lebih pada suatu akibat dari kegiatan otak/memori tentang suatu objek tanpa kita sadari.